hosting murah

Manifesto HTI Bukti Kecintaan Hizbut Tahrir Kepada Rakyat Indonesia

Manifesto HTI Bukti Kecintaan Hizbut Tahrir Kepada Rakyat Indonesia
Manifesto HTI Bukti Kecintaan Hizbut Tahrir Kepada Rakyat Indonesia
Abad Khilafah. HTI Press, Banda Aceh. Akibat tak diurusi dengan Islam, para pejabat dan penguasanya tidak amanah, Indonesia sebagai negeri yang memiliki topograsi yang baik, kaya akan sumber daya alam, malah membuat rakyat di negeri hidup melarat. Kapitalisme yang dijadikan sebagai ideologi bangsa tak dapat menyejahterakan rakyat dan melindungi umat Islam, sebagai pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Hal ini terungkap dalam Halqah Islam dan Peradaban DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Aceh dengan tema “Manifesto Hizbut Tahrir Bagian I: Sistem Politik Pemerintahan dan Strategi Sistem Pendidikan di Aula Museum Aceh, Peuniti, Banda Aceh pada hari Ahad (21/2) kemarin.

Dalam kata sambutannya, Ketua DPD I HTI Aceh, Ferdiansyah Sofyan menyayangkan sikap para pemegang tampuk kekuasaan. Banyak Negara lain iri dengan SDA yang melimpah di negeri ini. Tapi sayang ditengah kenikmatan itu kita hidup dalam penindasan-penindasan. Sekarang kita hidup dalam sistem politik yang pemerintahnya sibuk dengan partainya, sibuk dengan debat-debatnya tapi melupakan meriayah (mengurusi/melayani) umat.

Manifesto Hizbut Tahrir ini lahir dari kondisi untuk mengubah keprihatinan ini menjadi sebuah kebangkitan bagi rakyat Indonesia.  Sebuah persembahan dari Hizbut Tahrir Indonesia, sebagai langkah kongkrit, atas kecintaannya kepada bangsa Indonesia yang mayoritas rakyatnya beragama Islam dan masih dalam kondisi yang terpuruk.

Humas HTI Aceh, Rahmat Ibnu Umar menjelaskan bahwa manifesto  ini adalah bukti kasih sayang Hizbut Tahrir kepada umat Islam untuk mengajak umat bersama-sama menjalankan syariat Islam secara kaffah. Karena ketika Islam diterapkan dengan kaffah melalui Negara Islam Khilafah, maka, Indonesia akan menjadi negara yang adidaya.

Ketika Negara mengemban mabda (ideologi) Islam, maka dia harus adidaya. Anggota DPP HTI, H Budi Mulyana, S.IP, M.Si mencontohkan Amerika Serikat. Negara adidaya itu contohnya AS yang menempatkan puluhan armad dan ratusan pasukannya. Di Indonesia kurang lebih ada 13 pangkalan militer di Indonesia. Dia suka ikut campur urusan Negara lain. Memberikan bantuan tsunami tapi ada niat busuk dibelakangnya. Bedanya Khilafah tidak punya niat busuk, tapi semata-mata menyebarkan Islam. “Semoga nanti Indonesia akan adidaya dengan Islamnya,” harapnya.

Khilafah yg diinginkan oleh HT adalah seperti yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw di Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh khulaurrasyidin. Manifesto ini adalah bukti bahwa Hizbut Tahrir telah siap bernegara. Lahirnya Manifesto Hizbut Tahrir ini adalah salah satu bentuk keseriusan HTI dalam memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah di Indonesia. [] MI HTI Aceh
Label:

Post a Comment

Abad Khilafah

{facebook#http://facebook.com/AbadKhilafah} {twitter#http://twitter.com/AbadKhilafah} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#http://instagram.com/AbadKhilafah}

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget